Airin Rachmi Diany: Dua Periode Paripurna Memajukan Tangsel

JAKARTA – Warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bagaimana tidak bahagia dipimpin oleh seorang perempuan berparas cantik dan cerdas. Airin Rachmi Diany, perempuan kelahiran Banjar, 28 Agustus 1976 itu telah memimpin Tangsel selama dua periode, 2011 hingga sekarang.

Mungkin tak banyak perempuan yang mau terjun ke dunia politik dan bersusah payah mendengerkan keluhan warga setiap saat. Mereka harus memiliki mental baja dan tak gampang terbawa perasaan ketika menerima sebuah kritikan pedas.

Perempuan yang sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak ini, memfokuskan diri agar berguna tidak hanya bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya, terlebih masyarakat Kota Tangerang Selatan.

Nama Airin Rachmi Diany yang namanya mencuat sebagai istri dari Tb. Chaeri Wardanaalias Wawan, yang merupakan adik kandung mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Tak banyak orang tahu sepak terjang dari seorang Airin yang saat ini menjabat sebagai Wali Tangsel dua periode ini. Yuk simak kisah seorang Airin, perempuan tegar dengan dua orang anak ini.

Airin lahir di kota Banjar pada 28 Agustus 1976, perempuan dari Tatar Sunda itu menghabiskan masa kecilnya di Banjar Ciamis Jawa Barat yang sekaligus menjadi tanah kelahirannya.

Putri ke 2 dari 3 bersaudara dari pasangan Anwar Martadihardja dan Ass Asye Asiyah ini, memiliki latar belakang yang biasa seperti anak remaja sebaya.

Menghabiskan masa kecil di Banjar, bersama kakek nenek sampai SMP, Airin menerima pendidikan agama dari kakek neneknya selama di sana. Barangkali juga Kakek Neneknya juga menurunkan kepekaan dan jiwa sosial yang kemudian diteruskan saat Airin beranjak dewasa.

Airin kecil mengenyam pendidikan sekolah di SDN Cibodas, Banjar, Jawa Barat. Ia melanjutkan ke SMP Negeri 5 Bandung. Setelah tamat SMP pada 1991, mantan pemenang Mojang Priangan ini melanjutkan sekolah di SMA Negeri 20 Bandung.

Airin kemudian melanjutkan bangku kuliah di Universitas Parahyangan dan Universitas Padjajaran. Dia berhasil mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Parahyangan.

Studinya di Universitas Padjajaran berbuah dua gelar, yaitu Spesialis Satu (SP-1) Program Studi Notariat pada 2002 dan Magister Hukum (MH), Program Studi Ilmu Hukum Bisnis pada 2005.

Airin merupakan sosok perempuan yang aktif dan berjiwa sosial. Di masa mudanya, perempuan yang memiliki kegemaran bersepeda ini pernah mengikuti ajang putri Indonesia pada tahun 1996 dan dinobatkan sebagai Puteri Pariwisata dan Puteri Favorit.

Ketika banyak perempuan muda yang ikut dalam ajang ini bertujuan untuk menjadi juara favorit, tetapi Airin mengikuti ajang ini hanya untuk mengisi waktu luang dan mencari kegiatan yang positif di masa mudanya.

Tak hanya sebagai Puteri Indonesia saja, Airin sebelumnya, ia juga pernah terpilih sebagai Mojang Provinsi Jawa Barat 1995 dan Mojang Parahyangan Kodya Bandung 1995.

Pengalaman demi pengalaman dia lalui selama hidupnya, dan saat itu dirinya bertemu dengan sang suami H. Tb. Chaeri Wardana, B. Bus, yang dikenal sebagai tokoh muda Banten, dan menikah tahun 1997. Tak lama setelah itu dirinya dikaruniai dua buah hati bernama Ghefira Marhamah Wardana dan Ghifari Al Chusaeri Wardana.

Seriri waktu berjalan dirinya mulai aktif dibeberapa kegiatan di Tanggerang Selatan, namun tidak langsung terjun ke politik dan terpilih dua kali sebagai wali kota Tangsel, Airin pernah berprofesi sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah di Kabupaten Tangerang sejak 2004 hingga 2009.

Bahkan, semasa menjalani pendidikan SP-1 Notariat, Airin juga sempat menjadi asisten notaris di kantor Imas Tarwiyah, SH, MH pada 1999.

Tak sampai disana, dirinya juga aktif dan didapuk sebagai ketua, Airin juga pernah tercatat sebagai penanggung jawab Relawan Banten Bersatu (RBB) untuk Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, Airin juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penyantun Kaukus Perempuan Peduli Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Bahkan, tercatat sebagai mantan Pembina Forum Masyarakat Peduli Pendidikan dan kesehatan Provinsi Banten.

Dengan segudang pengalaman dirinya terjun dan banyak dikenal oleh masyarakat Tanggerang, dirinya mulai berkarir di politik dengan maju menjadi wakil bupati Tangerang pada 2008, namun kalah.

Airin ikut dalam kontestasi pilbup Tangerang sebagai calon wakil bupati, mendampingi calon bupati Jazuli Juwaini yang merupakan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kalah di Kabupaten Tangerang, tak membuat istri Wawan ini patah semangat, malah itu dijadikan pelajaran berharga untuk Airin, hingga pada 2009 Tangerang Selatan resmi jadi kota pemekaran dari induknya Kabupaten Tangerang.

Satu tahun kemudian kota tersebut mencari pemimpin pertamanya. Digelarlah pemilihan wali kota pertama pada 2010. Kesempatan ini menjadi peluang Airin untuk mencalonkan dari sebagai wali kota.

Airin akhirnya berhasil menduduki jabatan sebagai wali kota setelah ia dan pasangannya, Benyamin Davnie, berhasil memperoleh suara terbanyak yang mencapai 188.893 suara. Dan terpilih kembali menjadi Wali Kota tahun 2016-2021.

Menjadi pemimpin perempuan untuk wilayah kota yang juga berfungsi sebagai penyangga Jakarta bukan soal yang mudah, bagi Airin merupakan hal yang penting untuk memahami kultur Banten dan menyerap kosmopolitannya Jakarta, namun tetap harus membangun Kota Tangerang Selatan nyaman, aman dan berbudaya bagi warganya.

Airin banyak menyerap tradisi Banten dari sang suami H. Tb. Chaeri Wardana, B. Bus yang memberikan wawasan serta pengetahuan tentang Banten kepada Airin. Suaminya pula yang mengantar Airin menjadi pemimpin dan terpilih menjadi Walikota Tangsel, karena sang suami adalah adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, yang juga berperan banyak atas naiknya Airin.

Di dalam kepemimpinannya, menurut Kepala Humas Pemkot Tangsel Dedi Rafidi, selama menjadi walikota, Airin suka blusukan dengan naik sepeda. Hanya saja beliau tidak mau tercover (media-red). Blusukan jika ada  banjir turun, atau ada pembangunan.

Selain aktif, Airin juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Jiwa sosialnya memang sudah ditanamkan oleh orang tuanya sejak Airin kecil. Pada masa kecilnya Airin sudah diikutkan dalam banyak kegiatan sosial. Hingga sekarang Airin tetap melibatkan diri dalam kegiatan sosial, saat ini Airin tercatat sebagai Ketua PMI Kota Tangerang Selatan.

Namun sayang, sepak terjang yang telah dilakukannya selama dua periode memimpin Tangsel ini, akhirnya kandas. Seperti diketahui, pasangan Benyamin Davnie-Pilar memenangi Pilkada Tangsel berdasarkan quick count tiga lembaga survei. Benyamin-Pilar juga telah mendeklarasikan kemenangan.

NasDem adalah salah satu partai pengusung Airin di Pilkada Tangsel. Dari informasi yang dihimpun, adik ipar mantan Gubernur Banten Ratu Atut itu juga didukung oleh Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PKB sehingga total ada 6 partai yang mendukung Airin

Ya itulah Pilkada, memang harus ada yang kalah dan menang. Tapi walau demikian Airin tetap berbesar hati dan menerima kekalahannya. Bahkan Airin turut berpesan agar Benyamin-Pilar tetap melanjutkan pembangunan di Tangsel. Dia menegaskan pembangunan Tangsel tak boleh berhenti.

Seperti diketahui, pasangan Benyamin Davnie-Pilar Saga memenangi Pilkada Tangsel berdasarkan quick count tiga lembaga survei. Benyamin-Pilar juga telah mendeklarasikan kemenangan.

Dengan legowo, Airin pun tetap memberikan support pada pasangan yang menang. Beliau berpesan pada Benyamin Davnie-Pilar Saga,

“Pembangunan dan penataan tidak boleh berhenti, apalagi di masa pandemi COVID-19,” ungkap Airin.

Airin tetap mengajak semua pihak menghormati proses penghitungan resmi KPU. Dia meminta semua partai pengusung mengawal Benyamin-Pilar hingga keputusan final ditetapkan KPU.

Dari hasil itu, Airin tak berkecil hati, perempuan yang memang dulunya aktif dan banyak penghargaan ini, seperti  Kartini Indonesia 2010, yang diberikan oleh Internasional Human Recources Development Programme dan Tokoh Generasi Plural, serta Aktivis Sosial dan Kemanusiaan yang diberikan oleh Forum Pembauran Kebangsaan.

Karena popularitasnya ini, makanya tak heran, kini, disisa kepemimpinannya, Airin dilantik sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) periode 2019-2024. Airin dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Airlangga menyampaikan selamat serta menaruh harapan terhadap peran penting dan strategis KPPG. Ia berharap KPPG dapat turut memenangkan Partai Golkar dan memperkuat jaringan di wilayah.

“Kita harapkan KPPG dapat berperan sebagai katalisator dalam meraih dukungan kaum perempuan dalam pemilu dan pilkada serentak yang insyaallah akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang,” ujar Airlangga, baru-baru ini.

Sementara, Airin menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan akan berjuang untuk memenangkan Partai Golkar. Ia juga akan belajar dari kepengurusan sebelumnya dalam mencapai target.

Airin berharap KPPG dapat memberi manfaat positif bagi Partai Golkar maupun bangsa Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan, dan kami akan berusaha untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Kami berharap KPPG dapat membantu pemenangan Golkar di tahun 2024 dan di gelaran pilkada serentak,” ungkapnya.

“Kami akan belajar kepada pengurus sebelumnya yang telah berhasil mengibarkan KPPG di seluruh Indonesia dan telah berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan sampai dengan tahun 2019,” lanjut dia.

Kegiatan pelantikanya juga diikuti dengan acara penandatanganan Deklarasi Perempuan Golkar Bersatu oleh organisasi Ikatan Istri Partai Golkar, Al hidayah, Himpunan Wanita Karya, Kosgoro, MKGR, SOKSI, Majelis Dakwah Islamiah dan Himpunan Wanita Ulama. Pelantikan berlangsung Senin, (20/7) di Aula kantor DPP Partai Golkar.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh pengurus DPP Golkar, Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, Dewan Pakar, organisasi sayap, dan pengurus daerah yang mengikuti proses pelantikan secara virtual. Selamat Ibu Airin atas pelantikan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar. Selamat bekerja. (berbagai sumber-WIN)

PROFIL :

Nama Lengkap

Hj. Airin Rachmi Diany

Alias

No Alias

Agama

Islam

Tempat Lahir

Banjar

Tanggal Lahir

Sabtu, 28 Agustus 1976

Zodiak

Virgo

Warga Negara

Indonesia

Suami

H.TB. Chaeri Wardana, B.Bus

Anak

  1. Ghifari Al Chusaeri Wardana,
  2. Ratu Ghefira Marhamah Wardana

 

Pendidikan

Pendidikan Formal

Pendidikan Nonformal

  • Pelatihan Teknis Calon Notaris oleh Ditjen Administrasi Hukum Umum Departemen Kehakiman dan HAM RI (2003)
  • Diklat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional RI (2005)
  • Pendidikan dan Pelatihan bagi Notaris Pasar Modal oleh Lembaga Managemen Keuangan dan Akuntansi Pasar Modal (2005)
  • Up Grading and Refresing Course Ikatan Notaris Indonesia (2006)

Karier

  • Asisten Notaris Imas Tarwiyah, SH, MH (1999)
  • Notaris di Kabupaten Tangerang (2004)
  • Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabupaten Tangerang (2008)
  • Wali KotaTangerang Selatan (2011-sekarang)

Pengalaman organisasi

  • Ketua PMI Kota Tangerang Selatan (2009-Sekarang )
  • Dewan Pembina KNPI Kota Tangerang Selatan (20102013 )
  • Dewan Pembina PRAMUKA Kota Tangerang Selatan
  • Wakil Ketua KPAID Kota Tangerang Selatan
  • Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kota Tangerang Selatan
  • Penanggung Jawab Relawan Banten Bersatu (RBB) untuk Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan
  • Ketua Dewan Penyantun Kaukus Perempuan Peduli Kesehatan Kota Tangerang Selatan
  • Pembina Forum Masyarakat Peduli Pendidikan dan Kesehatan Provinsi Banten
  • Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Provinsi Banten
  • Pengurus Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Wilayah Banten
  • Pengurus Ikatan Alumni Notariat (IKANO) UNPAD Bidang Hubungan Antar Lembaga (20072011 )

Penghargaan

  • Putri Pariwisata & Putri Favorit Pada Pemilihan Putri Indonesia (1996)
  • Juara 1 Mojang Provinsi Jawa Barat (1995)
  • Juara 1 Mojang dan Jajang Parahyangan Kota madya Bandung (1995)
  • PASKIBRAKA Provinsi Jawa Barat (1992)
  • Peserta The 2nd Pasific Asia Travel Assciation Youth Forum
  • Kartini Indonesia 2010 (Kartini Award). Penghargaan diberikan oleh Internasional Human Recources Development Programme (IHRDP) bekerja sama dengan Kharisma Indonesia Foundation (KLiF)
  • Tokoh Generasi Plural, Aktivis Sosial dan Kemanusiaan. Penghargaan diberikan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)

 

KPK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

× HUBUNGI KAMI